×

Sering Dikira Lelah Biasa, Ternyata Pusing dan Vertigo Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

Sering Dikira Lelah Biasa, Ternyata Pusing dan Vertigo Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

0 0
Read Time:3 Minute, 10 Second

Serangan stroke terjadi ketika pasokan darah menuju otak mengalami gangguan mendadak. Karena sifatnya yang merupakan medical emergency, mengenali tanda-tandanya sejak dini menjadi kunci utama keselamatan pasien. Sayangnya, tidak semua gejala stroke langsung memicu kelumpuhan total. Banyak tanda awal yang justru terasa sepele dan kerap diabaikan oleh penderitanya.

Dokter Spesialis Saraf dari RSUI, dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengingatkan bahwa keluhan seperti vertigo atau rasa pusing berputar yang muncul mendadak sebaiknya tidak disepelekan. Gejala-gejala halus ini sering kali disalahartikan sebagai efek kelelahan akibat aktivitas padat. Mengenali bahwa gejala ringan tersebut berpotensi menjadi alarm bahaya serangan stroke dapat menyelamatkan fungsi otak dari kerusakan yang lebih parah.

Sensasi pusing berputar atau vertigo yang menyerang secara tiba-tiba kerap kali dianggap sebagai penyakit vertigo biasa atau sekadar efek kelelahan. Namun, dr. Sena memperingatkan bahwa keluhan ini bisa menjadi salah satu indikator awal stroke yang paling sering luput dari kewaspadaan masyarakat. Sifatnya yang muncul mendadak menuntut perhatian medis segera.

Secara medis, vertigo terjadi karena adanya disfungsi pada sistem kendali keseimbangan tubuh manusia. Karena sistem ini terintegrasi langsung dengan saraf pusat, adanya kerusakan atau hambatan aliran darah di area otak tertentu dapat memicu ilusi ruangan yang berputar secara ekstrem. Mengenali gejala halus ini sebagai potensi stroke sangat penting demi mencegah dampak neurologis yang lebih fatal.

Selain sensasi pusing berputar, masalah pada indra penglihatan merupakan tanda awal stroke lainnya yang paling sering diabaikan masyarakat. Kondisi ini bisa bermanifestasi dalam bentuk pandangan yang mengabur secara mendadak, mata menggelap tiba-tiba, hingga hilangnya sebagian lapang pandang.

Menurut dr. Sena, masyarakat umumnya salah kaprah dalam mengartikan keluhan-keluhan visual tersebut. Banyak yang mengira penurunan fungsi mata yang terjadi secara instan itu hanya dipicu oleh faktor kelelahan fisik atau akibat kurang tidur. “Itu kadang mungkin orang menganggapnya pusing biasa atau kelelahan, sehingga telat mendapatkan penanganan,” tuturnya.

Stroke adalah kondisi kegawatdaruratan medis yang tidak mengenal waktu penundaan. Ketika pembuluh darah otak tersumbat atau pecah secara mendadak, setiap detik yang terbuang berarti hilangnya jutaan sel otak penting. Oleh karena itu, dr. Sena sangat menekankan pentingnya mengenali gejala awal sedini mungkin agar penanganan medis bisa langsung dilakukan secara agresif.

Ada dua panduan praktis yang bisa Anda hafalkan untuk menyelamatkan orang terdekat dari risiko kecacatan akibat stroke:

1. Metode Internasional (FAST)

Metode ini menitikberatkan pada perubahan klinis yang paling kentara pada pasien, yaitu penurunan posisi anatomis wajah (Face), melemahnya daya gerak lengan (Arm), kekacauan artikulasi bicara (Speech), dan kedisiplinan waktu penanganan (Time).

2. Metode Lokal (SeGeRa Ke RS)

Slogan ini dirancang agar masyarakat Indonesia dapat langsung mengidentifikasi enam gejala spesifik secara cepat:

  1. Senyum yang tampak mencong atau tidak sejajar.

  2. Gerak tangan atau kaki yang mendadak lemas di satu sisi tubuh.

  3. Rasa bicara yang mendadak pelo atau kehilangan kemampuan verbal.

  4. Kebas atau sensasi kesemutan hebat pada separuh badan.

  5. Rabun secara mendadak pada salah satu atau kedua mata.

  6. Sakit kepala luar biasa yang datang secara tiba-tiba.

Menurut dr. Sena, perubahan ekspresi wajah satu sisi yang terjadi secara mendadak adalah salah satu tanda fisik paling valid. Jika gejala-gejala di atas muncul, segera evakuasi pasien ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan gawat darurat.

Kecepatan Penanganan Jadi Kunci Utama Pemulihan Pasien Stroke

Dalam dunia medis, ada istilah “time is brain” yang menggarisbawahi bahwa setiap detik sangat berharga saat menghadapi stroke. Semakin cepat seorang pasien mendapatkan penanganan dokter di rumah sakit, maka peluang untuk meraih kesembuhan dan pemulihan total akan terbuka semakin lebar. Sebaliknya, penundaan hanya akan memperparah kerusakan jaringan saraf otak.

Oleh karena itu, masyarakat sangat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak meremehkan sinyal bahaya yang dikirimkan oleh tubuh. Jika Anda atau orang terdekat mengalami serangan vertigo mendadak, penurunan fungsi penglihatan secara instan, ataupun hilangnya kekuatan pada salah satu sisi anggota gerak, jangan menunggu hingga gejalanya mereda sendiri. Segera cari pertolongan medis darurat karena sifatnya yang muncul secara tiba-tiba adalah alarm kuat adanya gangguan di otak.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %